Kopdar Blogger JNE Bogor: From Blogger to Vlogger

kopdar-blogger-jne

Ternyata menjadi blogger saja belum cukup jika mau mengikuti perkembangan zaman. Paling tidak itu yang dapat saya simpulkan ketika mengikuti Kopdar Blogger JNE di Rooftop Bogor pada tanggal 2 Juni 2017 lalu. Saat ini sedang zamannya membuat vlog atau video log semacam tulisan seperti blog namun diimplementasikan dalam media audio visual. Orang yang membuat vlog disebut sebagai Vlogger, CMIIW. Mengingat begitu merebaknya fenomena alam ini, maka sayapun antusias sekali untuk mengikuti kopdar JNE ini apalagi lokasinya sangat dekat dari rumah yaitu di Bogor. Kesempatan tidak datang dua kali, so manfaatkan dengan sebaik-baiknya mumpung JNE sedang roadshow ke Bogor.

Saking semangatnya untuk mengikuti gathering ini, saya sudah sampai di lokasi lebih awal bersama dengan Mbak Tite dan juga Mbak Diah. Tapi ternyata narasumber dan pihak JNE sudah tiba terlebih dahulu di sana. Ada jeng Pungky Prayitno yang sudah standby di lokasi sambil berlatih karena doi mau tampil nanti.

Sambil menunggu teman-teman lainnya, kami shalat ashar dulu dilanjutkan dengan berfoto di sana-sini karena Rooftop Café ini tempatnya sangat instagramable banget, soalnya sayang kalau tidak diabadikan.

kopdar-blogger-jne

kopdar-blogger-jne

Menjelang sore teman-teman semakin banyak yang berdatangan. Saya pikir yang datang ke acara kopdar ini hanya sekitaran Bogor saja, tetapi ada juga teman dari Bogor serta Jakarta yang turut serta memeriahkan acara kopdar ini.  Warbiasah.

Oke acara kemudian dimulai dengan sambutan dari Kepala Cabang JNE Bogor. Beliau mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat termasuk UKM dan para Blogger yang membuat JNE besar hingga saat ini. JNE juga turut serta membantu Blogger yang mendukung kemajuan UKM. Seperti yang kita tau, saat ini online shop sudah merebak yang didominasi oleh UKM. Untuk pengiriman produk yang dipesan, JNE sanggat mensupport sekali hingga produk tersebut berada di tangan konsumen. Jadi antara UKM dengan JNE saling berjalan beriringan satu sama lain memberikan kebermanfaatan.

kopdar-blogger-jne

Setelah pemberian sambutan, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yang dimulai dengan perkenalan moderator serta masing-masing pembicara. Sebagai moderator adalah Pungky Prayitno, seleb blogger asli Depok sudah menetap di Purwokerti yang lincahnya tingkat dewi. Pungky akan membawa sesi talk show bersama dua pembicara yaitu Mas Hendra, Ketua Blogger Bogor dan Haikal Kamil, Seleb dan juga Vlogger professional. Sesi talk show banyak diisi dengan sharing pengalaman dari masing-masing pembicara, bagaimana mereka memulai ngeblog dan apa saja yang harus dilakukan.

kopdar-blogger-jne

Mas Hendra mengatakan kalau awal mulanya dia ngevlog itu tidak sengaja alias iseng, namun karena menghasilnya akhirnya malah ketagihan. Dia membuat vlog tidak memerlukan alat yang terlalu mewah lho, karena melalui smartphone saja sudah bisa membuat vlog. Nah selain ngevlog, Mas Hendra juga masih aktif ngeblog juga lho. Dia membagi waktunya seektif mungkin. Jadi saat sedang mengambil gambar untuk bahan vlog di suatu tempat, dia juga sambil mengumpukan bahan tulisan. Oh iya Mas Hendra memiliki dua akun di YouTube untuk mengupload videonya dan kebanyakan berbentuk reportase karena dia tidak terlalu suka wajahnya masuk ke dalam frame.

Berbeda dengan Haikal Kamil, artis yang juga adik dari Zascia Mecca ini aktif membuat blognya dan juga interaktif. Awal mulanya Haikal mengenal dunia pembuatan video karena sewaktu kecil berniat untuk menghasilkan uang sendiri. Haikal kecil dulu mendapatkan tawaran untuk shooting iklan dan dari situ dia mulai terbiasa untuk acting di depan kamera. Selepas lulus kuliah, Haikal tidak ingin terlalu mengikuti jejak kakaknya yang terjun ke dunia keartisan. Haikal serius menekuni dunia vlogging yang ternyata menurutnya menarik sekaligus menghasilkan rezeki.

kopdar-blogger-jne

Dari kedua pembicara tersebut, saya dapat menyimpulkan beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila ingin terjun menjadi Vlogger, di antaranya adalah:

  1. Untuk memperkaya khasanah dalam pembuatan materi vlog maka lakukanlah yang namanya ATM alias amati tiru modifikasi video dari Vlogger lain. Subcribe Vlogger lain untu dipelajari bagaimana teknik pengambilan dan materi yang dibawakan. Dari situ lalu kita modif dan sesuaikan dengan gaya sendiri sebagai branding yang mudah diingat oleh penonton. Contohnya kalau Haikal Kamil memiliki ciri khas sapaan dengan “hai warga YouTube”. Dari situ followersnya tau kalau itu adalah Haikal dengan keunikannya.
  2. Sesuaikan vlog dengan nichenya, jangan dicampur-campur seperti blog *saya*. Jadi kalau mau nichenya vlog traveling ya sudah itu saja, jangan dicampur dengan vlog techno atau cosmetic *yakali. Gunanya untuk apa? ya untuk branding, mencari subscriber, dan memudahkan pencairan ide supaya tidka terlalu bercabang.
  3. Seorang vlogger harus siap mengikuti trend yang berkembang namun disesuaikan dengan niche vlog kita. Lihatlah trendnya apakah cocok di masukkan ke dalam konten vlog.
  4. Jika dulu vlog adalah pendukung blog, kedepannya blog mungkin yang akan jadi pendukung vlog. Dari penjelasan yang diberikan oleh Haikal, ternyata ada salah satu bos e-commerce yang Ia temui meramalkan kalau kedepannya vlog sudah menjadi keharusan bagi seseorang utnuk berkarya di dunia digital.
  5. Untuk memudahkan proses pencarian seperti halnya page one di mesin pencarian, maka jangan lupa tuliskan meta tags pada saat editing YouTube agar pembaca mudah menemukan pada saat pencarian.
  6. Agar video yang kita undah menuai view maka sebaiknya berikan judul yang unik, boombastik, dan membuat orang penasaran.
  7. Masih grogi saat shooting? Sering latihan seperti Haikal yang sering berlatih bicara sendiri di depan kaca. Cara ini membuat kita menjadi tidak kaku lagi saat membuat vlog.
  8. Jika ingin memasukkan produk endorse di dalam konten video, maka sesuaikan dengan niche vlog dan buat senatural mungkin agar tidak terlihat seperti iklan. Produk dapat di letakkan di tengah-tengah konten, sedangkan konten awal dan akhir tetap original versi kita.
  9. Vlogger juga harus siap spontan saat membuat video on the spot terutama saat membuat video reportase karena susah untuk diulang terutama saat melibatkan orang lain.
  10. Editing video bisa dilakukan sendiri dengan perangkat apapun atau melibatkan tim, namun scenario tetap harus dari kita pribadi agar konten tetap original.
  11. Apabila pada saat sedang shoot mengalami “bocor” misalnya ada orang yang secara sadar masuk ke dalam frame di belakang kita saat shooting, maka simpan filenya untuk di compile menjadi video behind the scene yang lucu.

Itu adalah beberapa hal yang bisa saya tangkap ketika mengikuti Kopdar Blogger JNE beberapa yang lalu. Ada satu pesan dari para pembicara bahwa Blogger penting sekali untuk merambah ke dunia vlogging, karena sekarang sudah zamannya untuk live streaming, sehingga jangan terpaku pada tulisan saja. Apabila kita ingin mengikuti trend maka harus siap menambah profesi baru, from Blogger to Vlogger.

Terima kasih JNE atas kopdarnya yang meriah, salam hangat dari Bogor.

kopdar-blogger-jne

Sumber: Instagram JNE: @jne_id

 

13 Comments

    • evrithink

      Reply

      Makasih ya mbak, iya nih Pungky Prayitno sukses roadshow dan menyebar virus vlogger

  1. Reply

    Ahsyeekk… Enak banget nih temen2 blogger yg di jawa, sering ads eventnya. Kalo di sumatera mah jarang banget, apalagi riau. Hiks..hiks..

    Reportasenya keren mba ev.

    • evrithink

      Reply

      Hehe alhamdulillah mbak, mungkin itu hikmahnya ada di pulau yg padat hehe

  2. Pingback: Tidak Hanya Soal Kirim Paket, JNE Juga Turut Berbagi dalam Semarak Ramadhan - Evrina Budiastuti

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *