Memilih Tempat Bermain untuk Buah Hati Tercinta

taman-bermain

“Ma, Alfi pingin ke tempat bermain yang ada di mall” rengeknya pada suatu pagi di akhir pekan. Tumben Alfi merengek seperti itu, biasanya dia keasikan bermain sepeda dengan teman-temannya di sekitar rumah. Kalau sudah bermain sepeda bersama temannya, terkadang dia agak susah untuk diajak pulang sejenak. Kecuali jika waktu dzuhur telah datang atau ketika temannya mau diajak untuk bermain di rumah setelah lelah mengayun sepeda, baru deh Alfi pulang ke rumah.

Setelah merengek, Alfi kemudian keluar lagi dan sedikit pamer ke temannya yang ada di luar kalau dia mau main ke mall. Pantas saja dia merengek seperti itu, rupanya teman yang menunggu di luar bercerita bahwa kemarin dia habis ke tempat bermain di mall terdekat. Itu tho yang membuat Alfi mengistirahatkan sepedanya dulu, padahal sejak kemarin dia sedang asik bersepeda bersama dengan teman-temannya.

Kalau dipikir-pikir memang sudah agak lama saya belum kembali mengajak Alfi ke mall lagi. Biasanya sebulan sekali, kami sekeluarga berkunjung ke mall tersebut untuk berbelanja sekaligus menghabiskan waktu di sana. Alfi senang kalau sudah ke mall tersebut karena tersedia tempat bermain yang dapat membuat Ia mengeluarkan semua ekpresi dan canda tawanya. Jika sedang tidak bermain di luar, kami memang senang mengajak Alfi untuk bermain di arena permainan indoor selain bermain di rumah tentunya. Kedua area tersebut sama-sama memberikan manfaat bagi perkembangan motorik, emosional serta kemampuan kognitifnya Alfi.

Tempat Bermain Indoor dan Outdoor

Saya merasa bahwa masa kecil saya dulu sangat bahagia karena masih tersedia area luas untuk bermain. Dulu di sekitar halaman rumah masih dipenuhi pepohonan hijau, tersedia lapangan untuk saya dan teman-teman bermain di sana hingga ke sungai dan persawahan. Sekarang semua itu sudah tergerus oleh perubahan zaman. Tidak ada lagi lapangan luas, pepohonan hijau, sungai dan persawahan yang dapat dijadikan area bermain Alfi dan teman-temannya. Meskipun begitu, bukan berarti Alfi dan teman-temannya tidak dapat bermain untuk mengekspresikan dirinya, anak-anak kecil nan bahagia itu masih bisa bermain dengan memanfaatkan fasilitas yang ada baik indoor maupun outdoor.

Tempat bermain indoor contohnya adalah di rumah. Walaupun di rumah, bukan berarti tidak bisa bermain dengan aman dan menyenangkan. Kita bisa mengajak anak untuk bermain sambil menggunakan sarana yang ada di rumah seperti menggambar, membaca cerita, menyusun permainan hingga membangun sesuatu. Anak juga bisa melibatkan teman-temannya untuk turut serta agar semakin ramai dan menyenangkan.

taman-bermain

Salah satu aktivitas bermain di rumah bersama anak

Jika tidak ingin di rumah, kita masih bisa mengajak si kecil bermain di tempat bermain indoor seperti arena bermain yang ada di mall atau di wahana permainan indoor yang saat ini sudah tersedia di beberapa kota.

Sedangkan untuk tempat bermain outdoor lebih bervariasi lagi. Kita bisa mengajak anak untuk bermain ke taman, alun-alun, pergi ke kolam renang, wahana permainan outdoor, hingga ke pantai, bukit, atau tempat bermain outdoor lainnya yang cocok untuk anak-anak.

taman-bermain

Bermain di taman ala petualang

Kita juga bisa mengajak anak-anak untuk bermain sambil belajar dengan mengunjungi destinasi yang dapat menambah wawasannya seperti museum, kebun binatang, tempat peninggalan sejarah dan lain-lain.

Memilih Tempat Bermain yang Aman

Dari sekian banyaknya pilihan tempat bermain anak, bukan berarti semua dapat dikunjungi atau dapat digunakan sebagai tempat bermainnya. Jangan sampai setelah mengajaknya ke tempat bermain, anak malah tidak dapat menikmati karena kurang nyaman.

Agar anak dapat bermain dengan aman dan nyaman di tempat bermain, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini sebelum pergi ke tempat bermain:

  1. Pilih tempat bermain sesuai dengan usia anak. Waktu itu saya pernah mengajak Alfi bermain di wahana permainan indoor yang ada di suatu kota. Saya pikir di sana cukup banyak wahana permainan yang dapat dinikmati oleh anak seusianya. Ternyata saya salah, cukup banyak permainan yang tidak dapat dinikmati olehnya karena tinggi badan Alfi masih kurang dari standard sehingga hanya beberapa saja yang dapat dia nikmati untuk bermain. Dari situ saya mendapat pelajaran untuk memilih tempat bermain yang sesuai dengan usia anak. Sebelum pergi ke tempat bermain ada baiknya mencari informasi terlebih dahulu apakah tempat bermain tersebut sesuai dengan usia anak.
  2. Libatkan anak ketika memilih tempat bermain agar lebih semangat dengan memberikannya beberapa alternatif tempat bermain. Jelaskan kepada anak bagaimana tempat bermain A, apa yang ada di tempat permainan B, dan lain-lain.
  3. Pilih tempat bermain yang cukup luas sehingga anak dapat mengeluarkan seluruh ekspresinya untuk perkembangan koginitif, emosional dan juga motoriknya.
  4. Pastikan tempat bermain tersebut bersih sehingga anak-anak menjadi nyaman bermain di sana dan aman dari hal-hal yang membahayakan baik indoor maupun outdoor untuk menjamin keselamatan anak saat bermain.
  5. Tempat bermain memiliki fasilitas yang dapat memberikan manfaat bagi anak. Misalnya terdapat fasilitas permainan yang dapat mengembangkan kemampuan motoriknya, dapat membantu anak bekerja sama dan bersosialisasi dengan teman lainnya, menambah wawasan dan lain-lain.

    taman-bermain

    Salah satu tempat bermain yang menambah wawasan

  6. Di tempat bermain tersedia area khusus bagi orang tua untuk dapat menunggu anak saat bermain atau dapat turut serta bermain bersama anak.
  7. Terdapat pengawas berpengalaman dan ramah anak di area tempat bermain.

Jika sudah tau tempat bermain mana yang ingin dituju sesuai dengan beberapa persyaratan di atas, maka saatnya untuk mengajak anak untuk bermain dan bergembira. Alfi sangat senang sekali ketika diajak bermain. Namun ada saatnya senyum tersebut hilang ketika tiba-tiba saja dia mengalami demam sehingga kami tidak jadi pergi ke tempat bermain.

Ketika Buah Hati Demam

Pada suatu hari, Alfi pernah mengalami demam yang datang tiba-tiba. Saya mengatakan tiba-tiba karena siang hari dia masih bermain dengan aktif bersama temannya, sementara sore harinya dia sudah mengalami demam. Mungkin saat itu kondisi Alfi sebenarnya sedang tidak fit, sehingga saat bermain di luar kuman penyakit mudah sekali menginfeksi tubuh yang menyebabkan demam.

Demam sebenarnya merupakan kondisi alami tubuh saat melawan kuman penyakit yang menginfeksi. Meskipun itu merupakan kondisi alami, tetap saja tidak membuat tubuh menjadi nyaman. Anak yang terkena demam menjadi lemas dan terkadang juga disertai pusing.

Biasanya kalau Alfi terkena demam, saya akan melakukan observasi dulu selama 24 jam. Baru kemudian kalau demamnya tetap tidak turun dalam jangka waktu tersebut, saya akan membawanya untuk memeriksakan diri ke dokter terdekat. Sambil observasi, saya memberikan beberapa perawatan untuk menurunkan demamnya seperti mencukupi kebutuhan cairan dengan memberikan minum, menjaga agar kondisi di sekitarnya tetap sejuk, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres dengan air hangat, memantau suhunya dan memberikan obat penurun panas.

demam-tempat-bermain

Saya selalu menyediakan obat penurun panas di rumah bersamaan dengan obat batuk dan pilek yang umumnya mudah sekali menjangkiti anak. Obat penurun panas yang digunakan untuk membantu menurunkan demam Alfi adalah Tempra yang memang sudah digunakan sejak lama.

Tempra, Obat Penurun Panas untuk Anak

Tempra, yang diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. mengandung Paracetamol yang dapat menurunkan panas dan meredakan nyeri. Paracetamol ini bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Tempra juga dapat digunakan untuk membantu meredakan rasa sakit, nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, serta pegal selain dapat menurunkan panas.

tempra-syrup

Khusus untuk Alfi, jenis Tempra yang digunakan adalah Tempra Syrup dengan rasa anggur karena usianya masih di bawah enam tahun. Tempra Syrup ditujukan untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri anak dengan rentang usia 1–6 tahun. Cara penggunaanya adalah dengan menakar dosis sesuai anjuran pada gelas takar yang tersedia lalu diberikan langsung kepada anak yang terkena demam. Dalam setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol. Alfi menyukai rasa anggur yang terdapat pada Tempra Syrup karena menurutnya manis dan tidak pahit seperti obat lainnya. Berkat itu saya tidak terlalu susah ketika memberikan Tempra Syrup saat dia mengalami demam.

Selain Tempra Syrup, juga tersedia dua jenis Tempra lainnya yang disesuaikan dengan usia anak yaitu Tempra Drops dan Tempra Forte.

tempra-drops-taman-bermain

Tempra Drops dikhususkan untuk anak berusia 0-1 tahun yang juga memiliki rasa anggur. Berbeda dengan Tempra Syrup, cara penggunaan obat penurun panas ini adalah dengan menggunakan safti-dropper atau pipet yang diteteskan secara langsung ke dalam lidah anak. Penggunaan “safti-dropper” memudahkan pemberian Tempra pada anak kurang dari satu tahun. Dalam setiap 0.8 ml Tempra Drops mengandung 80 mg paracetamol.

tempra-forte

Sedangkan Tempra Forte yang memiliki rasa jeruk ini dikhususkan untuk meredakan demam dan nyeri anak berusia 6 tahun ke atas. Dalam setiap 5 ml Tempra Forte mengandung 250 mg paracetamol. Cara penggunaan Tempra Forte sama seperti Tempra Syrup yaitu dengan menggunakan gelas takar dengan ukuran dosis yang tepat di dalam kemasan.

Tempra memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya cocok digunakan sebagai obat penurun panas dan pereda nyeri buah hati kita. Beberapa keunggulan tersebut di antaranya:

  1. Terdaftar di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) yang berarti aman untuk dikonsumsi. tempra-syrup
  2. Mudah diperoleh baik secara offline (membeli di apotik atau toko obat) dan secara online (membeli melalui internet). Tempra memiliki logo hijau yang berarti obat bebas. Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanda khusus untuk obat bebas adalah berupa lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam. tempra-syrup
  3. Kemasan aman tidak tumpah berkat tutup botol pericarp sehingga aman untuk dibawa atau diletakkan di mana saja. Kemasan Tempra terbuat dari botol plastik dengan tutup botol CRC atau Child Resistant Cap. Tutup botol CRC ini menggunakan sistem tekan lalu diputar sehingga tidak mudah dibuka oleh anak. tempra-syrup
  4. Bebas alkohol. Hal ini penting sekali karena saya pernah membaca bahwa alkohol ada digunakan sebagai obat kompres penurun panas. Nah, Tempra tidak mengandung alkohol sehingga aman dikonsumsi oleh anak-anak. Meskipun ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa penggunakan alkohol untuk tujuan pengobatan diperbolehkan, tetapi ada baiknya untuk tetap menghindarinya jika memungkinkan. tempra-syrup
  5. Harga terjangkau sesuai dengan ukuran kemasan yang diberikan. tempra-syrup
  6. Tersedia dalam tiga varian yang dapat digunakan sesuai dengan usia anak.
  7. Rasa anggur dan jeruk di dalam Tempra disukai oleh anak-anak sehingga tidak sulit ketika memberikannya. tempra-syrup
  8. Diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia yang menjalankan perusahaannya dengan kode etik serta komitmen tinggi dan memiliki misi yang mulia yaitu Dedikasi pada Kualitas Hidup Manusia yang lebih baik. Misi tersebut membawa perusahaan peraih penghargaan Investment Award 2017 untuk Special Mention for Stable Stock Performance in Industry, Mining ini mampu menghasilkan produk berkualitas bagi masyarakat.

Jika sudah ada obat penurun panas yang tepat bagi anak maka si kecil dapat bermain kembali dengan ceria dan bebas untuk mengekspresikan diri dan potensinya.

Bermain untuk Masa Kecil yang Bahagia

Saya pernah membaca suatu artikel yang menyebutkan bahwa waktu bermain untuk anak saat ini berkurang apabila dibandingkan dengan anak di masa lalu. Kerasnya persaingan memang menuntut generasi penerus untuk memiliki kualitas yang lebih baik sehingga banyak anak yang berlomba-lomba mempersiapkan dirinya yang menyebabkan waktu bermain menjadi berkurang. Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktor yang membuat waktu bermain anak menjadi berkurang. Contohnya dengan kehadiran gadget yang membuat beberapa anak terpaku pada smartphone sehingga kurang mengindahi teman di sekitar.

Dulu Alfi sempat terjebak dalam penggunaan gadget yang membuatnya memainkan game melalui smartphone hampir sepanjang waktu. Alhamdulillah sekarang sudah berubah, dia lebih sering bermain dengan temannya dari pada terpaku pada gadget. Penggunaan gadget hanya diperbolehkan pada waktu-waktu tertentu yang sudah disepakati antara kami sebagai orang tua dengan Alfi.

Memberikan waktu bagi anak untuk bermain di tempat bermain kesukaannya itu perlu untuk memberikan masa kecil yang bahagia karena masa kecil tersebut tidak dapat terulang lagi. Berdasarkan info dari Muhibar dalam Liputan6.com diketahui masa kecil yang bahagia akan membentuk pribadi orang dewasa yang lebih optimis dan penuh warna. Orang dewasa yang masa kecilnya bahagia akan melihat kehidupan secara positif dan optimis, lebih memiliki empati dan ingin mengerti tentang keadaan orang lain, senang membantu yang lainnya, dan senang berbagi kebahagiaan bukan mencari kebahagiaan.

Nah, para orang tua (termasuk saya pribadi) mari kita bahagiakan buah hati tercinta. Berikan waktu bagi anak untuk menikmati masa kecilnya dengan bermain di tempat bermain yang aman dan bermanfaat bagi perkembangan dirinya. Senyum sang buah hati tercinta tentu menjadi sebuah kebahagiaan bagi kita juga kan?.

taman-bermain

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional

Sumber Informasi:

Ayahbunda.co.id. Taman Bermain yang Aman. http://www.ayahbunda.co.id/balita-tips/taman-bermain-yang-aman [diakses tanggal 7 Juni 2017].

Muhibar, A. 2016. Inilah 7 Perbedaan Orang dengan Masa Kecil Bahagia dan Tidak. http://lifestyle.liputan6.com/read/2683816/inilah-7-perbedaan-orang-dengan-masa-kecil-bahagia-dan-tidak [diakses tanggal 7 Juni 2017].

Pusat Informasi Obat Nasional. Pedoman Umum. http://pionas.pom.go.id/ioni/pedoman-umum [diakses tanggal 7 Juni 2017].

Taisho.co.id http://www.taisho.co.id/

Sumber Gambar Background taman: Bones Wolbach. http://boneswolbach.deviantart.com/art/Course-Background-433741898 [diakses tanggal 8 Juni 2017]

49 Comments

  1. Reply

    Kebanyakan anak-anak emang suka main ke mal ya. Btw kalo Wawa sakit, aku juga kasih Tempra, udah dari dulu pake itu ?

    • evrithink

      Reply

      sippp berarti sudah terbukti nih kualitas Tempra kan, banyak yang pakai

  2. Armayani

    Reply

    Lebih leluasa ngajak main di outdoor tp kadang karna saking asik nya main sampe kecapean malem nya suka panas deh… tp untung di rumah selalu sedia tempra jd ga kwatir lg deh klo anak panas

  3. Reply

    Tempat bermain yg seru buat anak2 ke kebun binatang. Biasanya mreka seneng bngt liat binatang sambil lari2.
    Supaya ga sakit dan kcapean, jng ampe kepanasan masuk angin aja, hehe

    • evrithink

      Reply

      iya nih anak ku belum diajak ke kebun binatang, tapi kalau taman safari sudah cuma interaksinya agak kurang karena anak masih kecil waktu itu

  4. Reply

    Iya anak-anak sekarang mainnya di mall ya Mba, lahan bermain yang luas emang tidak lagi ada klo di kota-kota besar.

    Waah untung Alfi sydah punya obat demam andalan, kasihan juga kalo anak2 demam, nggak tega lihat mereka sakit.

    • evrithink

      Reply

      iya makanya selalu siap sedia biar demamnya gak kelamaan hinggap di tubuh

  5. Reply

    Dulu saat saya masih kecil, tempat tinggal saya masih ada area untuk bermain yg luas. Sekarang habis untuk rumah2. Gak ada lapangan untuk main lagi 🙁

    • evrithink

      Reply

      iya sedih ya mbak, akupun dulu bebas lari-larian, sekarang ngeliat anak-anak berlari-larian khawatir banyak kendaraan lewat

  6. Mohyiyi

    Reply

    Maen outdoor seolah berpetualang… Mengenalkan lingkungan sejak dini. Seru, asyik, hepi.

    Semoga sehat selalu.
    Lov U alfi

  7. Rahmadani

    Reply

    Bermanfaat banget tipsnya mbak. Keponakan aku jg waktu demam di kasih tempra. Alhamdulillah besoknya, udah mulai turun panasx.

  8. Reply

    Paling asyik mengajak anak main ke padang rumput yang luas. bisa lari-lari sepuasnya, Alun-Alun Bandung, contohnya. Meskipun rumputnya sintetis, tempatnya yang luas membuat pengunjung betah berlama-lama di sana. Y

  9. Reply

    Bermain itu kebutuhan primer untuk anak-anak, terutama aktifitas fisik. Untung di dekat rumah sekarang ada RPTRA. Tapi kalo anak panas memang bikin deg-degan. Gue sedia Tempra juga di rumah untuk solusi awal. Jika masih berlanjut, baru deh ke dokter Puskesmas.

  10. borusiallagancom

    Reply

    anak2 memang suka sekali bermain outdoor ya mbak, banyak sekali tempat bermainnya

  11. Reply

    waini enaknya kalau punya orangtua yg seneng “main-main” diluar, punya tenda buat stok main sama anak pas di dalem/luar rumah hehe

    kalau ponakan saya misal diajak ke tempat bermain yang indoor macam di mall atau supermarket gitu ngga begitu suka mbak, ngga tau kenapa malah lebih seneng diajak ke pantai. bisa ketemu udara yg lebih seger kali ya haha

    • evrithink

      Reply

      bisa jadi, anaknya calon petualang tuh, seruuu jadinya kalo diajak gak rewel karena sukaaa

  12. Inge

    Reply

    Masa kecil, masanya untuk bermain dan bermain. Tinggal qt sbg ortu mengarahkan k hal yg positif.
    Kalo anakku demam blm pernah nyoba dikasih Tempra sih, Tp abis baca ini, blh dicoba nih, buat jaga2.. Mantapp infonya bu…

    • evrithink

      Reply

      Sama2, masa kecil anak harus kita jaga ya nge biar mereka mendapatkan kebahagiaan saat besar nanti

  13. Khoirur Rohmah

    Reply

    Pasti bangga banget Alfi punya Mama yang uwhh ketce lah, hheee
    di outdoor ato di mall, asal dia bisa berksplorasi dan menyatu dengan keadaan sekitar ya mbak
    tapi sedih juga pas, kadung aktif2 begitu, bawaannya capek, pas demam.
    syukurlah ada tempra, hehehe

    • evrithink

      Reply

      Iyappp anak kalo sakit jadi bikin sedih, jangan sampai deh, biarkan mereka ceria bermain

  14. rodame

    Reply

    main itu seperti kebutuha untuk anak-anak ya ev, apalah arti dunia anak tanpa main.

  15. Reply

    aku fokus liat gif yg kamu buat Ev.. keren keren banget animasinya. tulisannya juga lengkap. calon menang lagi nih kayaknya

  16. Pingback: Pertanyaan "Kapan" Tak Berujung Untuk yang Single maupun Double

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *