Tiga Godaan Saat Beribadah di Bulan Ramadan

ramadan

Bulan Ramadan sudah berjalan beberapa hari, rasanya baru kemarin saya mulai berpuasa di bulan Ramadan, namun ternyata sudah dalam hitungan hari saja puasa ini berlalu. Sama seperti kebanyakan orang, saya juga ingin agar ibadah di bulan Ramadan tahun ini berjalan penuh berkah hingga mendapatkan Ridho dari Allah swt. Soalnya kita tidak pernah tau kapan kita akan hidup lama di dunia ini kan? so, selama masih bisa bernafas, selama tubuh masih bergerak aktif, maka sudah sepatutnya kita berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah untuk kehidupan yang sesungguhnya nanti *duh jadi ceramah.

Kembali ke soal beribadah di bulan Ramadan, dulu ketika masih kecil godaan terbesar saya sewaktu berpuasa adalah makanan dan minuman. Rasanya lapar mata saja kalau sudah melihat makanan dan minuman di televise atau hanya sekedar menghirup aroma masakan mamah. Tetapi sekarang, makanan dan minuman itu nyaris tidak menggoda saya ketika berpuasa yang artinya tidak kalap seperti dulu.

Namun godaan selama menjalankan ibadah berpuasa di bulan Ramadan tidak berhenti di situ saja. Ada tiga godaan besar yang menghantui saya sehingga tidak ‘khusu dalam menikmati keberkahan di bulan Ramadan.

Godaan di Bulan Ramadan

Sewaktu mendengarkan ceramah di salah satu radio lokal Kabupaten Bogor, saya mendengarkan kembali kalimat bahwa tidurnya seseorang disaat bulan Ramadan itu berpotensi mendapatkan pahala. Mungkin ini sebagai bentuk perbandingan apabila dibandingkan dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat selama berpuasa di bulan suci Ramadan.

Tetapi saya juga pernah melihat sebuah iklan yang mengatakan kalau kita beristirahat untuk beribadah, maka pahalanya juga akan istirahat. Menurut saya hal tersebut ada benarnya juga, lebih baik memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena kita tidak pernah tau apakah dapat bertemu lagi dengan bulan yang selalu dinantikan umat muslim ini ataukah tidak.

Sayangnya, ketika ingin memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya ada saja godaan yang saya rasakan selama menjalankan ibadah di bulan nan suci ini. Berikut adalah tiga godaan besar yang cukup mengganggu ketika saya beribadah Ramadan:

Mengantuk

ramadan

Baru membaca beberapa lembar halaman buku saja saya sudah menguap, apalagi ketika membaca Al-Quran. Ini menjadi penyakit banget buat saya lho. Awalnya saya pikir karena tulisannya yang terlalu kecil sehingga dengan mengganti ke tulisan yang lebih besar saat membaca Al-Quran maka akan lebih segar lagi. Tetapi ternyata tidak terlalu berpengaruh terutama saat siang hari.

Bahkan saat saya bekerja, siang hari menjadi godaan besar untuk tidur sejenak di mushola setelah shalat atau di meja kerja. Padahal, saya ingin sekali memanfaatkan waktu Ramadan untuk menyelesaikan pelaporan dan administrasi yang tertunda mumpung sedang tidak banyak kerjaan di lapangan.

Untuk mengatasi rasa kantuk yang melanda, biasanya saya langsung mencuci muka, menyetel musik untuk menyegarkan suasana atau mondar-mandir saja di sekitar supaya tubuh bergerak. Baru kemudian jika sudah terasa lebih segar, saya akan melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi, membaca Al-Quran, membaca buku atau menyelesaikan laporan.

Tidak Fokus

ramadan

Ini juga penyakit banget buat saya terutama saat sedang shalat taraweh. Awalnya saya fokus mendengarkan imam yang membacakan ayat suci Al-Quran, tetapi lama-kelamaan pikiran saya menerawang sendiri entah ke mana. Terkadang saat shalat saya jadi ingat dengan pekerjaan yang tertunda, ide untuk menulis, atau bahkan adegan film yang habis saya tonton. Itu parah banget kan?.

Jika tiba-tiba fokus tersebut datang lagi, maka saya akan berusaha mendengarkan sambil mengikuti sang imam melantunkan ayat suci Al-Quran ketika shalat. Cara ini cukup ampuh menjaga tingkat kefokusan ketika shalat berjamaah.

Gadget

ramadan

Ini sebenarnya bukan salah gadgetnya, wong dia benda mati, mana bisa menggoda. Tetapi lebih ke kesalahan diri sendiri yang terlalu addict tidak bisa berpisah jauh dari gadget yang dalam hal ini adalah smartphone.

Jika saat membaca Al-Quran saya jadi mengantuk, namun akan berbeda ketika memegang gadget untuk membaca ini-itu, justru malah tidak ngantuk lho. Ya kalau membacanya untuk hal yang sangat bermanfaat terkait bulan Ramadan mungkin tidak apa-apa ya. Seringnya saya malah membaca media sosial atau nimbrung di grup whatsapp yang memakan waktu dalam hitungan menit bahkan jam.

Untuk mengatasi tingkat ke-addict-an, saya mengatur secara bertahap dalam penggunaan smartphone. Cukup saat sedang beristirahat saja atau di sela-sela waktu tertentu yang tidak terlalu krusial baru kemudian memegang gadget kembali. Memang belum berhasil 100 persen sih karena memang saya yang termasuk sudah tergantung sekali dengan gadget. Namun saya sadar bahwa ketergantungan tersebut harus bisa saya atasi, jangan sampai gadget yang menguasai diri, justru harus sebaliknya saya yang harus menguasai penggunaan gadget ini.

Kalau tidak salah, dulu sewaktu mengaji saya pernah mendengar kalau saat bulan Ramadan itu setan-setan sebenarnya dibelenggu. Namun tetap saja godaan datang di sana-sini. Itu sebenarnya memang di dalam diri kita sudah tertanam sifat baik dan buruk, jadi walaupun tidak ada pencetusnya sifat tidak baik tersebut akan muncul juga. Tergantung bagaimana kita dapat mengimbangi baik dan buruk sifat tersebut di dalam diri.

Tulisan ini hanya bentuk sharing saja berdasarkan apa yang saya alami. Saya ingin sekali bulan Ramadan yang hadir selama satu tahun sekali memberikan keberkahan karena sekali lagi waktu yang sudah berlalu tidak bisa diulang kembali.

Teman-teman juga memiliki kendala seperti saya saat beribadah di bulan Ramadan? Sharing yuk dan kasih tau dong bagaimana cara mengatasinya.

Semoga ibadah kita di bulan nan suci ini mendapatkan keridhoan dari Allah swt dan kita semua masih dipertemukan oleh bulan Ramadan selanjutnya. Aamiin.

8 Comments

  1. Reply

    sama, saya juga selalu tergoda ngantuk… jadi kalau hari libur, ketiduran dehhh…
    Godaan lainnya film ,, hihihi…
    Harusnya mah memperbanyak ibadah ya kita teh

    • evrithink

      Reply

      Iya teh, saya nonton film klo menjelang tidur aja pas udah selesai taraweh

  2. Reply

    Yg ga fokus itu kita samaaaa :D. Heran deh, tiap sholat jamaah, awal2 udh fokus dgr suara imam, tp kok ya ttp lama2 jd menerawang sendiri.. Dan sampe skr aku blm tau jg ngatasinnya mba 🙁 ..

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *